Tradisi Hajat Laut di Pangandaran Tahun Ini Digelar Secara Sederhana

Hiburan —Sabtu, 18 Sep 2021 10:53
    Bagikan  
Tradisi Hajat Laut di Pangandaran Tahun Ini Digelar Secara Sederhana
Tradisi Hajat Laut di Pangandaran Tahun Ini Digelar Secara Sederhana/Pinterest

PANGANDARAN, MATAPANGANDARAN


Sejumlah kelompok masyarakat nelayan dan pelaku wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masih melaksanakan kegiatan untuk menyambut bulan Muharram atau sering disebut bulan suro.

Kegiatan ini salah satunya adalah yang sering dilakukan oleh masyarakat dan nelayan Pangandaran yaitu tradisi hajat laut. Tradisi hajat laut merupakan tradisi turun temurun yang digelar masyarakat di pesisir pantai, khususnya di Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Edi Rusmiadi mengatakan, hajat laut ini merupakan bentuk wujud syukur kepada tuhan yang telah menciptakan laut ini sebagai mata pencaharian para nelayan.

"Hajat laut saat ini sama hajat laut sebelumnya memang jelas sangat berbeda, perbedaan itu dari segi pengemasan, jadi ada beberapa acara yang diluar kontek tradisian itu kita hilangkan untuk yang sekarang," ujarnya kepada DEPOSTPANGANDARAN, Jumat 27 Agustus 2021.



Baca juga: Pemeran Ikatan Cinta Arya Saloka dan Amanda Manopo Berpose Panas, Netizen Angkat Biacara!

Baca juga: HATI-HATI!!! Terlalu Lama Menjomblo Ternyata Ada Dampaknya Loh !


Kata Edi, hajat laut sekarang fokus untuk melaksanakan tradisi-tradisi yang paling pokok, karena melihat situasi dan kondisi saat ini.

"Kegiatan ini kita ambil yang paling utamanya saja, maka dari itu untuk waktu setar jam 8:30 sehingga jam 10:00 sudah selesai," terangnya.

Sementara untuk acara-acara, sambung Edi, yaitu ada dongdang yang dilaksanakan pada malam jumat, selanjutnya kemitan diisi dengan sawala budaya atau diskusi tentang budaya dan tradisi yang ada di Pangandaran.

"Untuk hari Jumat siang diisi larung dongdang ke tengah laut menggunakan perahu, habis acara itu kita kembali mendarat untuk melaksanakan tawasul dan doa bersama," tegas Edi.

Menurut dia, inti kegiatan hajat laut ini merupakan bentuk syukur kepada tuhan yang telah menciptakan laut sebagai mata pencaharian para nelayan.

"Untuk itu, kami berharap tradisi ini tetap terpelihara dan jangan sampai terputus," harapnya. (Deni)


Baca juga: Seks di Pagi Hari Belum Banyak Orang Mengetahuinya, Ternyata Banyak Manfaatnya Loh!!!

Baca juga: Dibalik Lagu Sephia Sheila On 7 yang Masih Menyimpan Misteri!!!


DEPOST PANGANDARAN


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait