Hantu Penguasa Jalur Gang Siluman di Cijulang Pangandaran Bernama Nenek Loyeh

Mystery —Sabtu, 16 Oct 2021 06:21
    Bagikan  
Hantu Penguasa Jalur Gang Siluman di Cijulang Pangandaran Bernama Nenek Loyeh
Hantu Penguasa Jalur Gang Siluman di Cijulang Pangandaran Bernama Nenek Loyeh/Deni

PANGANDARAN,MATAPANGANDARAN

Cerita kisah Nenek Loyeh sang penguasa Gang Siluman di Dusun Binangun, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sudah tidak asing ditelinga masyarakat.

Nenek Loyeh merupakan penamaan dari warga kepada hantu penguasa jalur Gang Siluman menuju Gunung Amparan.

Gang Siluman tersebut terletak di Dusun Binangun yang searah dengan lokasi Bandara Nusawiru.

Para supra natural memberi nama Bandara Nusawiru dengan sebutan Gunung Amparan atau sebuah area tempat berkumpul para mahluk bangsa siluman dan jin yang ada di Nusa Jawa atau Pulau Jawa.

Penggiat budaya setempat Abah Kundil mengatakan, Gang Siluman dikuasai oleh hantu di antaranya hantu nenek Loyeh, hantu nenek Marawe dan hantu Nenek Raneum.

"Hantu Nenek-nenek yang tiga itu punya jalur masing-masing untuk beraktivitas dan jalur utamanya adalah Gang Siluman yang dikuasai Nenek Loyeh," ujarnya.

Menurut Kundil, ke tiga hantu itu hampir setiap malam hilir mudik di area Dusun Binangun menuju Bandara Nusawiru atau Gunung Amparan.

"Karena warga berkeyakinan ke tiga hantu itu sering hilir mudik maka bangunan rumah warga di Binangun selalu diberi jeda sebagai jalur aktivitas hantu ke tiga nenek itu," terangnya.

Dia menjelaskan, jika bangunan rumah di Dusun Binangun tidak diberi jeda antara bangunan ke bangunan, sering ada insiden kejadian diluar dugaan.

"Biasanya yang melanggar ketentuan membangun rumah tanpa jeda mengalami sakit parah hingga hingga meninggal dunia secara tidak wajar," ungkapnya.

Baca juga: Wujudkan Herd Immunity, Polres dan Pemkot Banjar Gencar Laksanakan Progam Vaksinasi DKM Bergerak di Malam hari

Baca juga: Duh! Capaian Vaksin di Desa Waringin Hanya 35,7 Persen, Polres Banjar Lakukan Ini

Kundil mengisahkan, pada tahun 1980 silam salah satu warga membangun rumah yang menghalangi jalan jalur aktivitas hantu Nenek Loyeh, setelah bangunan selesai setiap malam selalu terdengar suara tangisan Nenek-nenek.

"Akhirnya bangunan rumah diberi jeda sebagai jalan jalur hantu nenek Loyeh dan akhirnya tidak lagi terulang kejadian suara tangisan seperti yang sering dialami sebelumnya," tutur Kundil.

Kata Kundil, warga setempat mengatakan, hantu Nenek Loyeh diyakini masyarakat senang bermain dengan bayi bahkan sering menggantikan popok bayi bila buang kotoran atau kencing.

"Pernah terjadi keanehan, seorang bayi berusia 8 bulan sekitar pukul 23.00 popoknya sudah diganti dengan popok baru dan popok yang dikencingi sudah berada dibawah kasur," bebernya.

Kejadian itu, sambung Kundil, sudah tidak aneh bagi warga Binangun dan semua mengatakan bahwa penggantian popok itu dilakukan hantu Nenek Loyeh.

"Nenek Loyeh meskipun sosok hantu tidak pernah mengganggu atau melakukan hal yang membahayakan. Bahkan jika ada bayi, Nenek Loyeh merasa senang dan selalu mengajak main pada bayi," ucapnya.

Menurut Kundil, seorang bayi pasti bisa melihat hal yang terkadang tidak bisa terlihat oleh orang dewasa, kalau bayi nangis terus menerus, bisa saja bayi sedang tidak mau bermain dengan Nenek Loyeh.

"Apabila bayi menangis terus menerus secara tidak wajar biasanya masyarakat cukup berkata (Nenek Loyeh, tolong jangan ganggu anak kami, kalau mau bermain silahkan saja tapi jangan sampai anak kami menangis) setelah kalimat itu diungkapkan bayi pun berhenti nangisnya," tandasnya. (Deni)

Baca juga: Pemkab Pangandaran Tegaskan Tidak Ada Paksaan Vaksinasi Warga

Baca juga: Pengunjung Masuk ke Objek Wisata Harus Menunjukan Bukti Vaksin Melalui Aplikasi PeduliLindungi

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait