Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Mengajak Kampanye Anti kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

News —Kamis, 16 Sep 2021 10:55
    Bagikan  
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Mengajak Kampanye Anti kekerasan terhadap Anak dan Perempuan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Mengajak Kampanye Anti kekerasan terhadap Anak dan Perempuan/Pinterest

SEMARANG, MATA PANGANDARAN

Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Provinsi Jawa Tengah akan mengadakan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 25 November sd 10 Desember 2020 dengan tema He For She. Kegiatan itu sebagai upaya untuk menghapus segala bentuk kekerasan di Jawa Tengah khususnya untuk perempuan dan anak dengan menjadi laki-laki peduli, menghargai, melindungi dan mencintai saudara semuanya. Demikian dikatakan oleh Tsaniatus Salihah, ketua FKKG Jateng Rabu (15/9) setelah beberapa hari sebelumnya melakukan audiensi ke Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dra Retno Sudewi, Apt, M.Si, MM.

Ditambahkan, bentuk kampanye antara lain berupa sosialisasi lewat media, juga lomba melalui medsos IG, untuk memberikan edukasi dan sharing terkait situasi kerentanan perempuan dan anak menjadi korban kekerasan. Uploud di IG foto terbaik yang menujukkan kepedulian terhadap perempuan dan anak dari tanggal 25 November s/d 10 Desember 2021 dengan mention dan tag ke @FKKG.Jateng.


Baca juga: Kabupaten Pangandaran Menggunakan Empat Jenis Vaksin, Inilah Dosis yang Digunakan

Baca juga: Peralatan Milik PDAM Tirta Prabawa Mukti Pangandaran Keluaran Pabrik Tahun 1980



, Dicetuskan PBB
He For She adalah gerakan yang dicetuskan oleh UN Women - PBB sejak September 2014. Indonesia merupakan salah satu duta kampanye Global He For She yang bertujuan untuk meningkatkan peran laki-laki dalam kesetaraan gender dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyambut sebagai gerakan menunjukan komitmen pemerintah yang memposisikan pria agar lebih peduli terhadap kesetaraan gender.

Kebijakan dan program di Jawa Tengah telah diluncurkan untuk merespon hal tersebut. Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2017 ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta He For She. Kenyataannya gerakan ini tidak masif di masyarakat. Edukasi untuk kesetaraan gender dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak lebih banyak dilakukan untuk perempuan. Partisipasi laki-laki dalam perlindungan perempuan dan anak mendukung kesetaraan gender juga masih sangat lemah , terbukti masih tingginya kasus kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki, tandas Tsaniatus Salihah .
Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 sebanyak 2.110 kasus, diantaranya 83,7% adalah perempuan yaitu 1.674 kasus. Pelaku kekerasan didominasi oleh laki-laki. (humaini)


Baca juga: Rampung, Kegiatan BSMSS Kodim 0613 Ciamis di Kota Banjar Resmi Ditutup Wali Kota Ade Uu Sukaesih

Baca juga: Pelanggan PDAM Tirta Prabawa Mukti Keluhkan Macetnya Distribusi Air, Ternyata Ini Penyebabnya



SUMBER MATAJATENG


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait