Warga Pangandaran Produksi Kerupuk dari Bahan Baku Keong Laut

News —Jumat, 1 Oct 2021 16:35
    Bagikan  
Warga Pangandaran Produksi Kerupuk dari Bahan Baku Keong Laut
Warga Pangandaran Produksi Kerupuk dari Bahan Baku Keong Laut/POSTPANGANDARAN.COM

PANGANDARAN, MATAPANGANDARAN

Kerupuk susuh bunga mawar hasil produksi pelaku UMKM PND Abadi memiliki potensi jadi cenderamata untuk wisatawan. Kerupuk susuh bunga mawar yang diproduksi Saeful Arif atau Cak Eful warga Dusun Babakan, Desa/Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini memiliki daya tarik yang unik.

"Bahan baku kerupuk susuh bunga mawar terbuat dari keong laut atau susuh yang didapat dari masyarakat di Kecamatan Parigi dan Kecamatan Cijulang," terang Cak Eful, Jumat 01 Oktober 2021.

Ide dan kreatifitas Cak Eful menciptakan kerupuk susuh bunga mawar atas dasar untuk memenuhi peluang kebutuhan pasar.

"Sampai saat ini belum ada pelaku usaha UMKM yang memproduksi kuliner unik sebagai cenderamata," katanya.

Rencananya, kata dia, kerupuk susuh bunga mawar itu akan disajikan dalam bentuk kemasan transparan agar bisa awet dan bisa dinikmati oleh konsumen.

"Proses pembuatan kerupuk susuh bunga mawar memerlukan ketelatenan dan kesabaran," tuturnya.

Baca juga: Ini Dia Jenis Ikan yang Berbahaya di Pantai Pangandaran

Baca juga: BKPSDM Pangandaran Usulkan Lelang Jabatan Terbuka JPTP ke KASN

Menurut dia, dari mulai proses pembuatan hingga penyajian dilakukan secara manual tanpa menggunakan peralatan teknologi mesin.

"Butuh waktu pengeringan tiga hari saat proses pembuatan supaya saat dimasak hasilnya maksimal," ungkapnya.

Untuk harga, kata Eful, kerupuk susuh bunga mawar tersebut dijual Rp15 ribu karena disesuaikan dengan harga bahan baku dan kemasan.

"Harapan kami ada keterlibatan dan peran aktif Pemerintah Daerah dalam mempromosikan produk hasil UMKM lokal Pangandaran kepublik," sambungnya.

Menurutnya, salah satu upaya yang harus dilakukan agar perekonomian masyarakat meningkat dan produksi UMKM memiliki nilai jual di antaranya bisa bersaing dipasar toko modern.

"Regulasi toko modern mengakomodir produksi UMKM setempat sudah jelas, hal ini perlu peran Pemerintah Daerah," paparnya.

Jika hasil produksi UMKM terserap pemasarannya ke toko modern maka perekonomian dampak pandemi Covid-19 bakal cepat stabil. (Deni)

Baca juga: Cara Membuat Bebek Goreng yang Cocok Untuk Nasi Panas

Baca juga: Malam Satu Suro, Inilah Kegiatan yang Masih DIpercayai Masyarakat

Sumber : POSTPANGANDARAN.COM

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait