Wakil Wali Kota Bagikan Sertifikat Tanah Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan

News —Jumat, 1 Oct 2021 22:24
    Bagikan  
Wakil Wali Kota Bagikan Sertifikat Tanah Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan
Wakil Wali Kota Bagikan Sertifikat Tanah Mandiri Bagi Pembudidaya Ikan/Yuhendi

BANJAR, MATAPANGANDARAN

Budidaya ikan kolam merupakan salah satu pengembangan sektor perikanan yang gencar dilakukan di Kota Banjar, Jawa Barat. Pasalnya, budidaya ikan dengan sistem ini sangat potensial untuk dikembangkan guna menciptakan usaha mandiri pada masa pandemi.

Dalam perkembanganya, kelompok budidaya ikan ini memerlukan legalitas lahan yang mereka gunakan dalam usahanya. Dengan bantuan dan arahan dari Pemerintah Kota Banjar dilakukan permohonan sertifikasi tanah lahan budidaya ikan kepada BPN Kota Banjar.

Sebanyak 60 sertifikat tanah mandiri telah selesai dan diserahkan oleh Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana secara langsung kepada para pelaku budidaya ikan kolam di Kota Banjar. Penyerahan sertifikat tanah ini dilaksanakan di Kelompok Mina Cimanggu Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Jumat 01 Oktober 2021.

Apresiasi dan ucapan terimakasih disampaikan oleh Wakil Wali Kota Nana Suryana kepada BPN Kota Banjar yang telah membantu masyarakat Kota Banjar khususnya pelaku budidaya ikan kolam dalam upaya sertifikasi lahan mereka.

"Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan BPN Kota Banjar sehingga sertifikat mandiri lahan untuk pembudidaya ikan telah selesai," kata Nana.

Baca juga: BPBD Jabar Serahkan Ribuan Masker ke BPBD Kota Banjar yang Langsung Dibagikan Kepada Warga

Baca juga: Bupati Ciamis Jadi Inspektur Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Menurut Nana, banyak keuntungan dengan memiliki sertifikat tanah, salah satunya sebagai jaminan untuk bantuan modal usaha.

"Para pembudidaya bisa bekerjasama dengan Bank BRI sehingga akan membantu pengembangan usaha warga kami." ungkapnya.

Nana menyebutkan, pengembangan budidaya perikanan di Kota Banjar sangat terbuka dengan besarnya kebutuhan ikan air tawar di Kota Banjar. Setiap harinya pasar Banjar membutuhkan pasokan ikan sebanyak 2.3 ton. Hal ini menjadi peluang bagi para pembudidaya ikan untuk melakukan pengembangan usaha mereka.

"Saya melihat ada potensi yang sangat besar jika melihat kemandirian serta jiwa kewirausahaan warga disini sangat baik. Diperlukan arahan dan bimbingan dari Dinas terkait untuk mengembangkan usaha mereka. Serta ini dapat menular ke wilayah lain sebagai upaya menciptakan Kemandirian Kota Banjar disektor perikanan," harapnya.

Ditempat yang sama, Kepala ATR/BPN Kota Banjar Adib Fathan mengaku, saat ini di Kota Banjar ada sekitar 16.000 tanah yang belum bersertifikat. Dan diharapkan tahun 2025 Kota Banjar menjadi Kota lengkap.

"Kita berharap semua warga masyarakat bisa berpartisipasi dan mendukung kelancaran pesertifikatan. Minimal dengan mendaftarkan, atau menunjukan batas-batasnya, serta aktif berpartisipasi memasang tanda batas sehingga kita dalam pelaksanaan tidak mengalami kesulitan," singkatnya. (Yuhendi)

Baca juga: Bupati Ciamis Lepas Anggota Tutor Inspiratif Gerakan Mengajar Desa

Baca juga: Warga Pangandaran Produksi Kerupuk dari Bahan Baku Keong Laut

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait