Gedung Kampus UNPAD Pangandaran Berdiri di Perkampungan yang Bernama Kiara Pagerit, Begini Kisahnya

News —Kamis, 21 Oct 2021 15:24
    Bagikan  
Gedung Kampus UNPAD Pangandaran Berdiri di Perkampungan yang Bernama Kiara Pagerit, Begini Kisahnya
Gedung Kampus UNPAD Pangandaran Berdiri di Perkampungan yang Bernama Kiara Pagerit, Begini Kisahnya/Foto: Dok

PANGANDARAN, MATAPANGANDARAN

Perkampungan di Pangandaran yang saat ini menjadi lokasi kampus UNPAD Pangandaran memiliki legenda yang secara turun temurun jadi cerita di masyarakat.

Perkampungan yang saat ini berdiri Kampus UNPAD Pangandaran itu tepatnya di Dusun Karang Kamulyan, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Warga sekitar biasa menyebutnya dengan Lembur Serang dan dilokasi tersebut terdapat sebuah pohon Kiara, sehingga populer dengan sebutan Kiara Pagerit.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Hernayadi mengungkapkan, bahwa Kiara Pagerit memiliki kisah yang berkaitan dengan tumbangnya Orde Baru pada tahun 1998 silam.

"Waktu itu di Jakarta tepatnya di Gedung MPR/DPR ribuan mahasiswa melakukan unjuk rasa tahun 1998 menuntut Presiden Soeharto berhenti," kisah Hernayadi.

Baca juga: Beginilah Cara Tradisional Warga Pangandaran Menangkap Udang Lobster

Baca juga: Objek Wisata Pantai Pangandaran Sepi Pengunjung di Hari Libur Maulid Nabi Muhammad

Tidak lama dari tuntutan mahasiswa kepada Presiden Soeharto untuk berhenti dari jabatannya, kata dia, salah satu batang pohon Kiara patah.

"Pohon Kiara itu patah dibagian atas hingga terbelah dan tidak lagi terlihat gagah seperti sebelumnya," terangnya.

Selang beberapa hari pohon Kiara itu patah dibagian atas, Hernayadi mengatakan, Presiden Soeharto pun menyatakan berhenti dari jabatan Presiden, pohon Kiara itu roboh dari mulai bagian akar.

"Kami sering mendengar penggalan sebuah mitos lokal bahwa pohon Kiara itu tempat serang atau tempat melihat dan sebagai salah satu media penunjuk waktu," paparnya.

Menurut dia, jika seseorang pepergian kelokasi hutan, maka yang jadi patokan adalah ujung batang pohon Kiara Pagerit.

"Kalau pergi ke hutan sudah tidak melihat ujung pucuk pohon Kiara Pagerit, maka lebih baik jangan melanjutkan perjalanan karena akan nyasar diperjalanan," tuturnya.

Hernayadi menyampaikan, bahwa lokasi Kiara Pagerit juga memiliki penjabaran luas yang artinya Pagerna Riwayat atau batas perjalanan. Mungkin saja kalimat pagerna riwayat tersebut adalah lengsernya kekuasaan Orde Baru.

Baca juga: Pemkab Pangandaran Mulai Laksanakan Open Bidding, Kepala BKPSDM : Dinkes Sepi Peminat Hanya 1 Orang

Baca juga: Pangandaran Masuk Level 1, Ternyata Gegara Angka 7 Indikator PPKM Level Dinilai Baik

"Konon orang tua disini berkata jika sebuah riwayat sudah tuntas, maka lokasi Kiara Pagerit bakal berubah menjadi Karang Kamuliaan atau lokasi yang dimuliakan," sebutnya.

Bahkan, lanjut dia, beberapa penggalan mitos lokal itu terbukti dengan berdirinya Kampus UNPAD Pangandaran, dimana lokasi Kiara Pagerit jadi tempat untuk mencari ilmu para generasi muda di Kabupaten Pangandaran.

"Penggalan mitos lokal Kiara Pagerit atau pagerna riwayat disambung dengan kalimat lainnya yaitu, Lamun Rek Ngabangun Apu na ti Guha Parat," terang Hernayadi.

Terusan mitos itu jadi kenyataan karena diareal Kiara Pagerit saat ini jadi sebuah kawasan galian C yang jadi bahan dasar pembangunan konstruksi proyek di Kabupaten Pangandaran. (Deni)

Baca juga: Bupati Herdiat Terima Kunjungan PCNU Ciamis, Ini yang Dibahas

Baca juga: Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cisaga, Bupati Ciamis : Saya Merasa Bahagia

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait