Hebat! Irfan Afandi Mahasiswa STITNU AL FARABI Sukses Jadi Pengusaha Muda

News —Jumat, 22 Oct 2021 18:19
    Bagikan  
Hebat! Irfan Afandi Mahasiswa STITNU AL FARABI Sukses Jadi Pengusaha Muda
Hebat! Irfan Afandi Mahasiswa STITNU AL FARABI Sukses Jadi Pengusaha Muda/Foto:Deni

PANGANDARAN, MATAPANGANDARAN

Ditengah kesibukan aktivitas kampus, seorang mahasiswa STITNU AL FARABI Pangandaran berhasil merintis usaha rumahan produksi sprei dan sarung kasur.

Mahasiswa tersebut adalah Irfan Afandi (25) yang duduk di Semester 3 Jurusan Managemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah.

Irfan Afandi lahir dan dibesarkan di Dusun Mandalamekar, Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Jawa Barat.

Selepas lulus SLTA, Irfan mengembara ke Bandung bekerja disebuah perusahaan sprei dan sarung kasur.

Irfan Afandi mengaku, dirinya mempunya pengalaman bekerja sejak tahun 2016 silam menjadi seorang marketing jadi modal dirinya untuk merintis usaha serupa di Pangandaran.

"Sekarang saya buka usaha produksi sprei dan kasur secara rumahan," terang Irfan.

Baca juga: Momentum Maulid Nabi. Kak Mansur Ajak Anak-Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Sekda Ciamis Hadiri Tradisi Ngikis dan Pencucian Benda Pusaka di Situs Joglo Cidolog

Kata Irfan, inisiatif untuk membuka usaha rumahan produksi sprei dan sarung kasur secara mandiri dilatarbelakangi ditempat dia bekerja sebelumnya nyaris gulung tikar sejak pandemi Covid-19.

"Perusahaan sprei dan sarung kasur tempat saya kerja sejak pandemi Covid-19 nyaris gulung tikar, maka saya menentukan sikap pada tahun 2020 pulang kampung dan berniat kuliah," ungkapnya.

Setelah pulang kampung dan masuk kuliah, lanjut dia, Irfan memiliki gagasan meneruskan usaha yang pernah ditekuni dibidang produksi sprei dan sarung kasur.

"Secara bertahap saya rintis dan hasil produksi dipasarkan ke beberapa toko di Parigi dan Pangandaran juga memenuhi pesanan perorangan," bebernya.

Irfan mengaku, secara kualitas hasil produksi sprei dan sarung kasur yang diproduksi tidak kalah dengan merk lain.

"Saya prioritaskan kualitas dan mencoba bersaing dipasaran, namun kekurangan saya belum memiliki kemasan seperti produksi merk lain," pungkasnya. (Deni)

Baca juga: Pantai Barat Pangandaran Ditata, Biaya Penataan Telan Anggaran Rp 9,3 Miliar

Baca juga: Alhamdulillah ! Kementerian Pertanian RI Bakal Berikan Bantuan Pupuk Hayati Cair Organik Pada Petani Pangandaran

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait