Pasca Investigasi, Kejari Kota Banjar Tetapkan Perempuan Berinisial NS Sebagai Tersangka Penyalahgunaan Dana PBB

News —Sabtu, 23 Oct 2021 13:01
    Bagikan  
Pasca Investigasi, Kejari Kota Banjar Tetapkan Perempuan Berinisial NS Sebagai Tersangka Penyalahgunaan Dana PBB
Pasca Investigasi, Kejari Kota Banjar Tetapkan Perempuan Berinisial NS Sebagai Tersangka Penyalahgunaan Dana PBB/Yuhendi

BANJAR, MATAPANGANDARAN

Pacsa melakukan audit investigasi, Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Jawa Barat, akhirnya menetapkan tersangka kepada perempuan inisal NS (49) yang merupakan seorang ASN.

Penatapan tersangka tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus penggelapan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2015 hingga 2020 di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Ade Hermawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat selaku pembayar pajak.

"Kasus ini terungkap bermula adanya laporan dari warga kepada kami bahwa dia sebagai wajib pajak dan merasa sudah bayar, akan tetapi dia nunggak sekian tahun," kata Ade Hermawan kepada wartawan, Jumat 22 Oktober 2021.


Ade menjelaskan, dengan adanya laporan tersebut Kejaksaan Negeri Kota Banjar mulai mengumpulkan data. Selain itu, pihaknya juga melakukan audit investigasi bersama Inspektorat Kota Banjar.

Setelah beberapa bulan melakukan audit investigasi dengan hasil adanya kerugian negara sebesar Rp 229 juta.

Baca juga: Pingin Liburan ke Pangandaran, Syaratnya Wisatawan Wajib Tunjukan Surat Vaksin

Baca juga: Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pemdes Buniseuri Gandeng BNNK Ciamis

"Terhitung sejak tanggal 19 Oktober 2021 kami tetapkan perempuan inisial NS sebagai tersangka. Dia merupakan tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi penyimpangan dalam penyetoran dana Pajak Bumi dan Bangunan di Kelurahan Mekarsari tahun 2015 sampai 2020," tegasnya.

Sehinggam, lanjut Ade, tersangka NS tersebut dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Ciamis.

"Kita melakukan penahanan untuk yang bersangkutan selama 20 hari ke depan. Kami titipkan di Lapas Ciamis, karena di Lapas Banjar tidak ada ruangan khusus perempuan," tambahnya.

Pada saat itu, Ade menyebutkan, bahwa tersangka memiliki jabatan sebagai bendahara di Kelurahan Mekarsari dan memiliki tugas untuk menghimpun dana tersebut.

"Akan tetapi tersangka ini tidak menyetorkan dana tersebut secara terus-menerus dan berlanjut. Sehingga hal itu menyebabkan kerugian uang negara dan merugikan pembayar pajak," terangnya.

Dari keterangan tersangka NS, Ade menyampaikan, bahwa NS yang memiliki jabatan sebagai bendahara di Kelurahan Mekarsari tersebut menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi.

"Dia gunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi secara terus-menerus sehingga menumpuk," ungkapnya.

Baca juga: Minibus di Ciamis Rusak Berat Akibat Tertimpa Pohon Tumbang

Baca juga: Kunker ke Pemkab Ciamis, KSP Dorong Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Reforma Agraria

Menurut Ade, karena perbuatan NS tersebut sudah melanggar hukum dan mengakibatkan kerugian uang negara. NS disangkakan pasal 2, pasal 3, atau pasal 8 tentang penggelapan dalam jabatan.

"Untuk pasal 2 sanksinya itu minimal 4 tahun pidana penjara dengan ancaman maksimalnya 20 tahun penjara di Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," paparnya.

Sementara itu, kuasa hukum NS, Edis Gunawan mengatakan, ia telah melakukan permohonan supaya tidak dilakukan penahanan dengan jaminan orang tuanya.

"Kami itu sudah melakukan permohonan supaya tidak dilakukan penahanan dengan jaminan orang tua dan anaknya, per tanggal hari ini. Namun Kajari tidak respon," katanya.

Akan tetapi, selaku kuasa hukum ia akan kembali mengajukan permohonan lagi setelah proses kali ini berjalan.

"Kami masih menunggu tahap dua kapan dilaksanakan untuk dibawa ke Bandung. Kami berharap klien kami ini dalam keadaan sehat dan akan kita buktikan siapa saja yang ikut serta dalam kasus ini," terangnya.

Edis menduga, dalam kasus tersebut ada keterlibatan pihak lain, karena tidak mungkin kliennya melakukan itu sendirian.

"Klien kami tidak mungkin inisiatif sendirian, bisa saja atasanya tahu bahwa itu sudah ada penyimpangan," pungkasnya. (Yuhendi)

Baca juga: Hebat! Irfan Afandi Mahasiswa STITNU AL FARABI Sukses Jadi Pengusaha Muda

Baca juga: Momentum Maulid Nabi. Kak Mansur Ajak Anak-Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait