Momentum Maulid Nabi. Kak Mansur Ajak Anak-Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW

Pendidikan —Jumat, 22 Oct 2021 17:09
    Bagikan  
Momentum Maulid Nabi. Kak Mansur Ajak Anak-Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW
Momentum Maulid Nabi. Kak Mansur Ajak Anak-Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW/Deni

PANGANDARAN, MATAPANGANDARAN

Pendongeng anak dari Pangandaran mulai menggalakan kisah Rasulullah kepada peserta didiknya.

Gagasan tersebut dipelopori oleh Muhammad Mansur atau yang lebih akrab dengan sapaan Kak Mansur salah satu pendongeng anak asal Kabupaten Pangandaran.

"Momentum Maulid Nabi tahun ini mulai kami galakan berkisah tentang Rasullah," ujar.

Kak Mansur mengaku, dirinya baru saja selesai mengkisahkan sosok Rasulullah di Kelompok Bermain (Kober,red) Al-Barkkah di Kecamatan Pangandaran.

"Kisah Rasulullah sengaja dijadikan materi kami dalam rangka mengenalkan dan mengajak anak untuk mencintainya Nabi Muhammad SAW," terangnya.

Anak-anak, kata dia, sangat fokus dan antusias menyimak cerita yang disampaikan dari awal hingga akhir.

"Anak biasanya mengidolakan tokoh yang pernah mereka tonton, seorang superhero, seorang aktor atau aktris, seorang tokoh kartun," cetusnya.

Baca juga: Sekda Ciamis Hadiri Tradisi Ngikis dan Pencucian Benda Pusaka di Situs Joglo Cidolog

Baca juga: Pantai Barat Pangandaran Ditata, Biaya Penataan Telan Anggaran Rp 9,3 Miliar

Apalagi zaman sekarang, menurut dia, siaran di televisi dan media sosial mudah diakses sehingga anak lebih mengenal Ultraman, Power Ranger, Sinchan, Doraemon, Spiderman, Batman dan Kera Sakti.

"Anak jarang sekali mendengar kisah Rasulullah dan kami khawatir jika anak tidak mengetahui kisah Rasulullah," sebut Kak Mansur.

Alasannya Rasulullah Muhammad tidak masuk dalam deretan idola mereka, sambungnya, lantaran kisahnya jarang mereka tonton. Namun, salah satu cara untuk mengenalkan Rasulullah adalah dengan metode berkisah atau bercerita.

"Banyak manfaat berkisah atau bercerita untuk anak-anak diantaranya, melatih fokus dan imaginasi anak," paparnya.

Mansur menceritakan, strategi dalam menyampaikan cerita dengan cara tanpa anak merasa di gurui.

"Pendongeng dituntut mengembangkan keterampilan berbahasa dengan cara mengembangkan sosial dan emosional anak dan pastinya jika cerita disampaikan dengan menarik dan interaktif bisa menghibur anak-anak," pungkasnya. (Deni)

Baca juga: Alhamdulillah ! Kementerian Pertanian RI Bakal Berikan Bantuan Pupuk Hayati Cair Organik Pada Petani Pangandaran

Baca juga: Gedung Kampus UNPAD Pangandaran Berdiri di Perkampungan yang Bernama Kiara Pagerit, Begini Kisahnya

Editor: Riyan
    Bagikan  

Berita Terkait